

Li Qiankun sudah menunjukkan kepintaran luar biasa sejak kecil, tapi jalan hidupnya tidak mudah. Semakin ia mengerti betapa rumitnya dunia dan ambigunya sifat manusia, kecerdasannya justru menjadi pedang bermata dua. Cerita ini mengisahkan kesuksesan akademisnya, yang berkelindan dengan konflik batin—ikatan keluarganya, persahabatan yang goyah, dan perjuangan tiada henti melawan badai kehidupan yang membentuk takdirnya.