

Berkat rekomendasi gurunya, Yessi memasuki dunia kapitalis papan atas, Leon. Sebuah dompet tua asal kampung halaman Yessi memicu naluri posesifnya. Dengan kedok pembimbing, Leon membentangkan jalan kemewahan yang tak dapat ditolak: pekerjaan bergengsi, apartemen mewah, kuliah di Harvard... Dalam rasa syukur dan kegelisahan, Yessi berusaha beradaptasi, tanpa sadar telah terjebak dalam rencana serigala berbulu domba tersebut.