

Selama bertahun-tahun, Sinta Sena dan ibunya bekerja keras demi membantu Arden Yasa melunasi utang miliaran. Ibunya jatuh sakit karena terlalu lelah, sementara Arden menghamburkan uang hasil jerih payah mereka. Hingga sang ibu meninggal, Sinta baru tahu—semua "utang" itu hanyalah kebohongan Arden untuk menguji dan memanfaatkannya. Saat ayah kandungnya, Jayan Sena, kembali sebagai salah satu tokoh terkaya di Kota Pelayang, Sinta mengambil keputusan: sudah waktunya membalas semuanya.