

Dipermalukan saat upacara kedewasaan, Rowan memilih wilayah tandus termiskin sebagai tanah kekuasaannya. Berbekal pengetahuan teknik modern, ia mengubah besi, mesiu, bahkan hujan menjadi senjata kekuatan. Dengan tiga istri cerdas di sisinya, tiga tahun utang justru menjadi pondasi lahirnya sebuah kekaisaran.